Shunu Komputer Jadi Korban, Selanjutnya Toko Mana Lagin ya..?
Palupost.com -Toko Shunu Komputer yang terletak di Jalan Gunung Loli Kecamatan Palu Selatan, Jumat (26/11) malam lalu, dibobol kawanan maling bertangan dingin. Akibatnya, 24 unit Laptop, raib dengan kerugian yang ditaksir mencapai Raatusan Juta rupiah.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 21.30, terbilang cepat dan mahir. Pasalnya, pelaku hanya membongkar ruangan yang menyimpan barang-barang jualan seperti Laptop dan aksesoris computer. “Sepertinya malingnya sudah tau ruangan mana tempat penyimpanan barang. Soalnya yang diobrak-abrik adalah lemari tempat penyimpana laptop,” ujar Arif, pemilik toko Shunu Komputer.
Saksi korban (Arif) menceritakan, toko dan gudang barang miliknya yang bersebelahan, menjadikan si pencuri leluasa masuk. “Yang di masuki itu rumah di samping toko. Di rumah ini, barang-barang jualan saya simpan. Waktu kejadian, kami berada di toko sebelah. Jadi tidak ada kecurigaan sama sekali melihat kondisi rumah yang terbuka, karena memang disitu masih ada yang tinggal,” terangnya.
Korban semakin yakin bahwa pelakunya mengetahui seluk-beluk rumah. Pasalnya, CCTV yang pasang di rumah itu dinonaktifkan oleh si pencuri agar aksinya tidak terekam. “Yang duluan dimatikan CCTV, kami saja heran. Kayaknya dia tahu bahwa disini ada CCTV,” kata Arif lagi.
Satuan Reskrim Polres Palu yang dipimpin langsung oleh AKP Darno, langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesaat setelah kejadian berlangsung guna melakukan olah TKP.”Saat ini kami masih melakukan penyelidikan di TKP, dan mengumpulkan sejumlah keterangan dari korban selaku pemilik toko, dan warga disekitar toko.” Ujar Kasat Reskrim Polres Palu AKP Darno. Yudi
Pembobol Toko, Rugikan Pengusaha Mencapai 1 Milyar..
Palupost.com -Sejumlah Pengusaha pemilik toko Komputer di Kota Palu mulai berang, dengan beraksinya kawanan maling spesialis pembobo toko computer, yang menyebabkan kerugian hingga Miliaran Rupiah.
Dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan, Sabtu (27/11) kemarin, Humas Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkom Indo) Sulteng, Ivan, kepada wartawan, saat rapat bersama anggota Apkom Indo, selang 2 bulan saja, sejak bulan Oktober 2010 hingga akhir November, sudah sekitar 400 unit lebih barang elektronik seperti Laptop digasak maling dari dalam toko.
Aksi pencurian yang diduga dilakukan kelompok pencuri bertangan dingin dan teroganisir ini beraksi di Kota Palu dengan cara leluasanya. “Luar biasa aksi nekat pencuri itu beraksi di Palu. Hanya berselang 1 minggu saja, pencuri itu, kembali beraksi membobol toka milik rekan kami di Shunu computer, dan berhasil membawa kabur puluhan unit laptop. Bayangkan saja sampai saat ini sudah 8 toko penjualan computer dibobol sama pelaku. Siapa juga yang tidak resah kalau sudah begitu,” ungkap Ivan.
Yang juga sangat mengkhawatirkan kata Ivan, para pengusaha pemilik toko penjualan komputer, para pelaku beraksi hanya dalam rentan waktu beberapa hari saja setelah melakukan aksi pencurian di Toko lainnya. Hal itu membuktikan, bahwa para pelaku itu cukup professional dalam menjalankan aksinya, dan merupakan spesialis.
Dalam kurun waktu 2 bulan, ratusan Laptop dan barang elektronik lainnya raib digasak para pelaku, dengan kerugian ditaksir mencapai 1 Milyar rupiah. “Biasanya pencuri-pencuri itu berani beraksi dalam waktu beberapa hari setelah membobol toko yang lain. Tapi ini, mereka kembali beraksi, bagaimana kami bias kerja, kalau keamannya tidak terjamin. Kami hanya berharap pihak Kepolisian bisa cepat mengungkap dan menangkap para pelaku. Kalau belum ditangkap jelas kami Khawatir dan tidak tenang bekerja,” tegas Ivan.
Ivan menambahkan, sampai saat ini pihak Kepolisian belum berhasil mengungkap para pelaku yang sudah meresahkan kami sebagai pengusaha. Dan berharap agar pihak Kepolisian dalam waktu dekat ini sudah bias mengungkap para pelaku itu. “Kesimpulan kami, buat instansi terkait dari pihak Polisi dan Pemda agar memperhatikan kami sebagai pengusaha, bagaimana kami bisa berinvestasi disini kalau keamanannya belum terjamin. Sementara ini kami lagi godok ini, dan dalam waktu dekat kami akan action jika ada terjadi lagi korban berikutnya.” Tegasnya. Yudi
Palupost.com -Sebuah lapak di kompleks Pasar Tradisional Masomba, Kelurahan Tatura Utara Kecamatan Palu Selatan, Sabtu dinihari ludes terbakar. Beruntung, tiga unit armada pemadam kebakaran yang diturunkan ke lokasi kebakaran tersebut berhasil memadamkan api sehingga tidak menjalar.
Saksi mata di TKP, Mantang (40) menyebutkan, sumber api belum diketahui secara pasti. Yang jelas api terlihat pertama muncul di lapak milik pedagang bernama Wannecca, warga Jalan Lambangan Palu Barat. Lapak berisi barang dagangan berupa alat pertanian ludes terbakar. Ada juga buku-buku belajar mengaji ikut terbakar. ''Tadi saya sedang ronda, dan melihat ada api dan langsung mengubungi pemadam kebakaran,'' kata saksi.
Polisi yang datang ke TKP berusaha mensterilkan lokasi kebakaran dan memasang garis polisi. Kapolsek Palu Selatan IPTU Asjik dan Kasat Reskrim Polres Palu AKP Darno bersama beberapa anggota reskrim tampak berjaga-jaga di TKP. Namun ada beberapa parang yang sempat diambil warga. Meski berusaha dicegah, ternyata sudah ada dibawa keluar. ''Saya minta warga tidak mengutak-atik lokasi kebakaran. Besok kami akan menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran ini,'' kata IPTU Asjik kepada sejumlah warga.
Peristiwa ini sempat membuat panik para pedagang maupun warga yang bermukim di sekitar Pasar Masomba. Ratusan warga keluar dari rumah. Mereka khawatir kalau apinya akan menjalar. Kerugian akibat kebakaran ini belum bisa ditaksir. Yudi
Palupost.com -Diduga karena putus cinta, seorang pemuda yang berprofesi sebagai buruh bangunan nekad gantung diri hingga tewas.
Korban Seni (22) asal Kabupaten Luwuk, ditemukan tergantung dengan leher terlilit kabel bekas di pintu kamar rumah kosong di Jalan Tanjung Manimbaya, Jumat (26/11) sekira pukul 14.30 WIB.
Informasi dihimpunmedia ini di lokasi kejadian menyebutkan peristiwa ini mulanya diketahui oleh beberapa orang anak, yang saat itu hendak bermain disekitar rumah yang tak jauh dari pemukiman warga setempat, serta dilokasi rumah itu kondisiPintu dan dinding dibagian samping, dalam keadaan terbuka.
Lantas, dia pun masuk dan menemukan korban tergantung dengan kondisi lidah menjulur ke luar. “Dia kemudian keluar dan berteriak ada orang mati tergantung didalam rumah,” kata seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya.
Sejumlah warga yang saat itu berada dalam rumah masing-masing, langsung datang kelokasi untuk mencari tahu kebenaran dari laporan sejumlah anak yang pertama kali menemukan jenazah korban, dan mencoba untuk masuk. Usai dipastikan korban tergantung, warga melaporkan ke Polisi. Jenazah korban langsung dilakukan olah TKP oleh sejumlah petugas Kepolisian dengan memasang Police Line disekitar lokasi penemuan jenazah, dan kemudian dievakuasi ke RSU Bhayangkara Polda Sulteng untuk divisum.
Sejumlah tetangga korban mengaku heran dengan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh Seni, yang sehari-hari dikenal ramah dan tak bermasalah dengan warga.Belum diketahui motif dibalik meninggalnya Seni. Tetangga korban menduga aksi nekad itu dipicu karena korban bermasalah dengan Pacarnya yang belum diketahui pasti identitasnya.“korban pernah mengeluh kepada saya, kalau dia lagi ada masalah dengan pacarnya.” kata seorang tetangga korban yang menolak menyebutkan namanya.
Sumber di Kepolisian menyebutkan korban diperkirakan telah tewas setengah jam sebelum ditemukan. Kondisi korban saat ditemukan tergantung didalam rumah kosong dengan menggunakan seutas kabel bekas berwarna hitam yang digunakan korban untuk bunuh diri.“Dari olah TKP, tidak temukan barang-barang ganjil di sekitar lokasi temuan, seperti surat.ditubuh korban ditemukan dengan ciri-ciri lidah menjulur keluar dengan mengeluarkan air liur, dan dikelamin korban mengeluarkan sperma.” kata sumber Kepolisian. Yudi
Palupost.com - Tujuh drum barang bukti (BB) sianida yang diamankan Polda Sulteng diduga hilang. Pasalnya, daftar titipan BB sianida di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) di Kelurahan Taipa hanya berjumlah 73 drum, sementara tangkapan Polda Sulteng rilis media dari Bulan April hingga September 2010, sebanyak 80 drum.
Kepala Rupbasan Taipa, Syarifuddin SH, yang dikonfirmasi, membenarkan jika pihaknya, hanya menerima 73 drum sianida yang dititipkan Polda Sulteng sebagai BB. “bahan kimia yang digunakan untuk memisahkan emas (Mercury) 7 kis dan 13 botol aqua, mercury yang dimasukkan ke dalam botol air kemasan, dan sianida 73 drum,” Jelas Syarifuddin melalui pesan singkatnya (SMS).
Untuk memastikan pesan singkat Kepala Rupbasan tersebut, sejumlah wartawan kemudian menghubunginya melalui telpon. Dalam percakapan di telpon, Syarifuddin menegaskan data yang ditulis dalam pesan singkatnya itu.“benar, cuma 73 drum, ada berita acara penyerahannya sama kami,” kata Syarifuddin dibalik telpon, sembari menyebut jika wartawan ingin melihat berita acara penyerahan BB sianida itu, bisa datang ke kantornya besok (Sabtu (27/11), karena pihaknya masih menghadiri acara di Kanwil Depkumham Sulteng.
Diotempat terpisah Kasat II Ditnarkoba Polda Sulteng, AKBP Marpaung yang dicegat sejumlah wartawan sebelum Sholat Jum’at di Polda Sulteng mengatakan, pihaknya akan menginventarisir seluruh penyerahan BB tersebut.“Semuanya 80 drum sudah kami titip di Rupbasan. Nanti saya inventarisir lagi data penyerahan BB,” Katanya.
Usai sholat Jum’at, Kapolda Sulteng Brigjen Pol M Amin Saleh, yang didamping juru bicara Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir, langsung memerintahkan kepada anggotanya untuk mengecek kebenaran informasi ini. Bila anggota Dit Narkoba melakukan pelanggaran dengan menyembunyikan atau menghilangkan BB tersebut, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.“Tolong cek itu, dimana kesalahannya. Kalau anggota saya yang menghilangkan barang bukti itu, maka saya akan tindak tegas. Nanti kamu liat. Percaya saja dengan saya,” Tegas orang nomor satu di Polda. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng, Kompol Kahar Muzakkir melalui pesan singkatnya kepada wartawan yang menyebut bahwa sianida yang hilang itu di Rupbasan, karena Polri sudah menyerahkan secara fisik 80 drum. “Sianida yang hilang itu di RUMBASAN Krn Polri sdh myerahkn scr fisik 80 drum. Dgn tanda trima dgn RUMBASAN,” tulis Kahar melalui pesan singkatnya.
Jika kejadiannya seperti ini, belum diketahui secara pasti dimana hilangnya tujuh drum sianida. Menurut hasil catatan sejumlah media, Polda Sulteng telah mengamankan 80 drum sianida illegal sejak April hingga September 2010. Pada bulan April 2010, Polda mengamankan 46 drum sianida illegal dari tangan tersangka Andi P. Tak lama berselang, Polda Sulteng kembali mengamankan satu drum sianida dari tangan tersangka Iwan, warga Jalan Anoa, Palu Selatan. Pada Bulan September, Polda kembali mengamankan 33 drum sianida illegal di Jalan Veteran, Palu Selatan dari tangan pria berinisial T. Dengan demikian, total tangkapan Polda terkait sianida illegal, sudah mencapai 80 drum Sianida yang dijadikan BB.
Terkait sikap reflex sejumlah tokoh pemuda yang akan melaporkan maraknya peredaran bahan bom jenis sianida di Sulteng ke Kapolri, Kapolda Sulteng Brigjen Pol M Amin Saleh mempersilahkan.“Silahkan saja, itu hak mereka. Yang jelas, Polda Sulteng masih mencari penerapan Pasal yang tepat kepada pemilik sianida illegal. Bila bisa mengacu pada UU Lingkungan Hidup, saya akan tangkap mereka semua untuk ditindak tegas.” Tegas perwira berpangkat bintang satu.
Dia menambahkan, selama ini, Polda memang masih menerapkan sanksi Perda kepada pemilik sianida illegal itu, karena Pasal yang tepat hanya Perda itu. Namun pihaknya mengaku masih mengkaji apakah pemilik Sianida illegal ini bisa dikenakan sanksi sesuai UU Lingkungan Hidup.
Soal keterlambatan Polda Sulteng melimpahkan kasus sianida illegal ini kepada Penyidik PNS (PPNS) Dinas Perindagkop Kota Palu, Kabid Humas Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir mengatakan, awalnya penyidik Polda Sulteng melimpahkan berkas kasus ini kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, namun Kejati menolaknya, karena sanksi yang dikenakan kepada pemilik sianida illegal hanya Perda Nomor 5 tahun 2005 tentang izin usaha perdagangan.“Makanya lambat, karena kita limpahkan dulu ke kejaksaan. Namun mereka tolak, karena sanksinya hanya Perda. Setelah ditolak jaksa, kami limpahkan kasus ini ke PPNS Perindagkop,” sebut Kahar. Yudi
Palupost.com -Setelah beberapa lamanya menunggu, Akhirnya Polda Sulteng telah menerima hasil autopsi ulang jenaza Almarhum Kasmir Timumun dari ahli forensik Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar.
"Kita sudah menerima hasil autopsi ulang almarhum Kasmir Timumun Rabu (24/11) lalu. Dan saya sudah perintahkan Direskrim untuk melengkapi berkas sesuai dengan permintaan pihak Kejati." kata Kapolda Sulteng Brigjen Pol M Amin Saleh, yang didampingi Kabid Humas Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir, ditemui usai sholat Jum’at (26/11) kemarin.
Namun demikian Kapolda mengaku, saat ini Polda belum bisa membeberkan hasil autopsi, baik kepada masyarakat maupun media. Kata dia hasil autopsi baru dapat dibeberkan jika digunakan dalam kepentingan persidangan nantinya."Belum saatnya, kita belum dapat memberikan secara rinci hasil autopsi jenazah almarhum Kasmir Timumun, kecuali jika di gunakan dalam kepentingan persidangan." kata Amin.
Rencananya Polda akan mengajukan penggunaan hasil autopsi tersebut kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, dalam proses hukum dua tersangka kasus kerusuhan Buol, yakni mantan Kasatlantas Polres Buol Iptu Jefri Pantaw dan mantan Basatlantas Polres Buol Bripka Sukirman.
Sebelumnya proses autopsi ulang dilakukan oleh ahli forensik Unhas atas permintaan keluarga almarhum Kasmir Timumun dan keluarga korban kerusuhan Buol lainnya yang dimediasi oleh Polda Sulteng, karena tidak puas atas hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter di wilayah tersebut.
Sehingga membuat sejumlah Keluarga korban mendesak Polda untuk melakukan otopsi kembali terhadap jenazah almarhum Kasmir, karena keluarga menduga otopsi sebelumnya memuat kepentingan polisi.Pada hasil autopsi sebelumnya, almarhum Kasmir Timumun dinyatakan tewas gantung diri di sel tahanan Polsek Biau, Polres Buol yang berbuntut pada kerusuhan Buol yang menewaskan tujuh warga sipil dan melukai puluhan lainnya. Yudi
Palupost.com -kendaraan tak akan pernah berhenti. Hal itu dilakukan Satlantas Polres Palu untuk membudayakan tertib dan disiplin berlalu lintas. Setelah kali ini, razia terus digenjot. Selama menjelang akhir Tahun dan seterusnya, Akibatnya, Ratusan Kenderaan Roda Dua (Ranmor) milik sejumlah pelajar ikut terjaring razia, yang digelar selama lima hari hingga saat ini.
Kegiatan yang digelar sejak pukul 06.30 Wita itu, berhasil menjaring ratusan pengendara yang belum memiliki SIM dan mengikuti tata tertib yang telah disosialisasikan sejak sebelumnya.
Kasatlantas Polres Palu AKP Edwwi Kurniayanto, yang dikonfirmasi diruangannya Jum’at (26/11) kemarin mengatakan, operasi razia ini sebagai bentuk penertiban yang terus dilakukan demi menumbuhkan rasa tanggung jawab pengendara terhadap kelengkapan surat dan safety riding dalam berkendara. “Ini semua demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat, apalagi menjelang pergantian Tahun, biasanya pelajar dan masyarakat lupa akan tanggung jawabnya terhadap kelengkapan berkendara,” Kata Edwwi.
Ditambahkan, pihaknya menurunkan sebagian personel untuk operasi rutin ini. Menurut Edwwi, ini adalah upaya dalam mengurangi tingkat Lakalantas, yang kerap terjadi di wilayah Hukum Polres Palu yang mayoritas dilakukan para pelajar dengan emosi yang masih labil. “Sebaiknya sekolah dapat memberikan pengertian dan perhatian pada siswa akan pentingnya standar keselamatan siswa mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebenarnya kami sayang kepada anak-anak ini, dan ini adalah upaya kami untuk mengurangi tingkat Lakalantas yang terjadi, mengingat emosi mereka yang masih labil,” Beber mantan Kasatlantas Polres Tolitoli itu.
Bukan hanya pelajar, banyak pula pengendara motor dewasa ini yang terjaring razia. Rata-rata mereka tak mengenakan helm yang aman dalam berkendara dan lupa membawa surat-surat kendaraan serta menggunakan ban, knalpot bogar.” Semuanya kami akan tindak tegas, dengan melakukan tilang ditempat dan menyuruh ganti ditempat knalpot sebelum diambil sama pemiliknya, serta diberikan pengarahan untuk tidak mengulangi lagi.” Terang Edwwi. Yudi