Kamis, 05 Mei 2011

Menikmati “Sepotong Surga” Dikampung Nelayan

PALU - Aroma laut yang berhembus bersama angin, membelai wajahku sore itu. Riak ombak tak begitu besar, namun terdengar iramanya memecah di tanggul.

Saya mencoba rileks mungkin dengan duduk diatas tanggul. Ya, pantai Talise, tempat yang tak pernah membosankan untuk melepaskan rasa penat dari rantai rutinitas. Melihat pemandangan gunung kea rah barat dan pantai dapat menimbulkan sensasi tersendiri. Bakcround alami itu dipermanis dengan kehadiran sebuah jembatan berwarna kuning yang membentang di atas hulu sungai Palu. Sebuah kombinasi yang mengundang decak kagum. Wallpaper yang biasa ditemui di layar komputer, kini ada di depan mata. Nyata!

Seorang teman kepada saya pernah mengatakan: Jika ingin gebetan anda jatuh cinta, bawalah ke kampong nelayan yang masih sekitaran pantai Talise saat matahari terbenam dan nyatakan perasaaan anda kepadanya. “Saya sangat yakin dia akan jatuh cinta kepada anda dalam suasana itu,” sarannya dengan yakin. Saya hanya mengiyakan dalam hati kala itu.

Sembari menyeruput secangkir sarabba air jahe dicampur sedikit santan dan susu di bawah langit senja yang berwarna jingga, saya menyantap jagung bakar yang dioles mentega. Sore yang sempurna untukku. Semakin sore, pengunjung kian bertambah. Mulai dari pasangan muda-mudi, mahasiswa yang pulang dari kampus, suami isteri dan anaknya serta pekerja yang pulang sore. Mereka tumplek sepanjang pantai Talise untuk sekedar menikmati pemandangan ataupun mencicipi menu yang disediakan cafe gerobak di sepanjang pantai.

Mulai dari jagung bakar, pisang goreng, pisang gepe sampai minuman penambah energi. Semuanya tersedia di kawasan itu.Tak salah jika ini menjadi tempat favorit warga kota Palu untuk mengisi waktu senggangnya.  Jika seseorang menyebut Kota Palu sebagai “sepotong surga di khatulistiwa”, maka kita bisa setuju. Teluk nan elok, gunung yang membujur di Timur dan Barat, lembah dan sungai yang memisahkan wilayah Timur dan Barat bisa menjelaskan “sepotong surga” itu. Walikota Palu Rusdy Mastura menyebut kotanya sebagai sebagai kota tiga dimensi (laut, gunung dan lembah).

Tak jauh dari tempat duduk saya, hanya sekitar 1 kilometer ke arah Barat, terdapat pantai Taman Ria. Tempat ini semakin menarik dan ramai dikunjungi setelah pemerintah kota memperbarui beberapa fasilitas. Diantaranya pengaspalan dan pelebaran jalan, serta pembangunan jembatan Palu IV atau biasa disebut jembatan kuning. Selain menu seperti di Pantai Talise, di kawasan ini juga dijual makanan khas seperti kaledo (sop tulang sapi) yang dimakan dengan singkong atau nasi, uvempoi (kuah asam dari tulang sapi) yang dimakan dengan burasa (nasi santan yang dibungkus daun pisang), dan uta dada (semacam opor ayam).

Di kawasan ini pula, terdapat sebuah restoran yang menyediakan menu yang cukup komplit. Namun, menu favoritnya ikan bakar seperti bubara, kakap merah, baronang, sunu, dan berbagai macam ikan kualitas ekspor lainnya. Walikota Palu dalam satu kesempatan pernah mengatakan, Kawasan Pantai Talise dan Taman Ria yang membuat Kota Palu menjadi indah. “Namun kita tidak punya dana yang besar untuk bisa mengembangkan kawasan ini menjadi tempat wisata modern,” kata Walikota Palu Rusdy Mastura.

Namun kata Bung Cudy–sapan akrab Walikota Palu, pihaknya akan mengembangkan kawasan pantai di Kota Palu sebagai tempat wisata malam. “Saya yakin pantai ini akan menjadi tempat yang sangat romantis untuk bersantai bersama keluarga di malam hari,” singkatnya, pada pertemuan sebelumnya. (yudi)

SMKN 1 Palu Maksimalkan Kejuruan


PALU - Untuk memberikan keahlian maksimal sesuai dengan kejuruan yang diambil siswa, SMKN 1 Palu lebih meluangkan waktu praktik kepada siswanya. Dibanding dengan belajar di kelas, para siswa SMKN 1 lebih banyak bergelut dengan praktik dengan tidak bidang kejuruan, yakni Akomodasi Perhotelan, Kecantikan dan Tata Boga. 

“Jadi kami benar-benar serius memberikan keahlian kepada siswa, sesuai dengan jurusan yang ia ambil. Setiap siswa diharuskan untuk menguasai ketrampilan yang diajarkan. Makanya waktu praktik sedikit lebih banyak ketimbang belajar di kelas,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Palu, Dra Hj Selvi Ladupa, kepada Palu Ekspres.


Memaksimalkan praktik, menurut Selvi, juga membimbing siswa sebelum pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) nantinya. Sebab katanya, Pelaksanaan Prakerin SMKN 1 dilakukan dalam bentuk kegiatan praktik sebagai pendalaman materi keahlian yang telah dipelajari di sekolah. Pembelajaran praktek dilaksanakan dalam keadaan kerja yang sebenarnya dan dilengkapi fasilitas peralatan dan sumber belajar yang memadai.  “Prakerin ini sangat penting, karena melatih siswa belajar pada kondisi nyata dunia kerja, dimana siswa mendapatkan lingkungan belajar yang berbeda dengan lingkungan sekolah. Dalam prakerin, siswa juga akan mengalami proses pembelajaran yang berbeda dengan pembelajaran di sekolah, karena mereka akan berinterasi dengan dunia luar,” jelasnya.
Seperti sekolah lain, usai Prakerin tambah Selvi, siswa akan digenjot lagi dengan mata penambahan mata pelajaran yang akan di ujiankan. Namun, ujian kompensi untuk melihat produktifitas siswa terhadap kejuruan yang dipilih akan menjadi prioritas para guru. “Nanti ada yang namanya tim-tim belajar yang dibentuk sekolah. Ini sebagai upaya sekolah untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian nanti. Namun siswa lebih dulu akan dipermantap dengan ujian produktif sesuai dengan kejuruan yang mereka pilih,” jelasnya.
Terima Pengakuan International\\\\\\\
Prestasi membanggakan berhasil diraih SMKN 1 Palu. Sekolah menengah kejuruan yang berdiri tahun 1965 dengan program keahlian di bidang Tata Boga, Akomodasi Perhotelan, Tata Busana dan Tata kecantikan itu,  telah meraih sertifikat ISO 9001:2008 terintegrasi IWA2/2007, yaitu pengakuan internasional atas kesesuaian sistem manajemen pendidikan yang diselenggarakannya dengan standar internasional di bidang sistem manajemen mutu. Pengakuan internasional tersebut diberikan oleh DQS–yaitu suatu badan sertifikasi internasional yang terakreditasi di Jerman. 

Dra Hj Selvi Ladupa, secara langsung menerima penghargaan sertifikat ISO 9001:2008. Penghargaan yang cukup bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Ir Bambang Prianto, M.I.K, selaku Managing Director DQS Indonesia.  Penerimaan sertifikat tersebut juga disaksikan langsung oleh Walikota Palu H Rusdy Mastura, Kepala Kantor Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, H Abubakar Almahdali, Kadisdik Kota Palu Managing Partner Q-Internasional Surabaya, Drs Edy Putrajati, Ketua Komite Sekolah SMK Negeri 1 Palu, Arif Darmawan dan pejabat-pejabat dari instansi-instansi lain yang terkait. 

Menurut Selvi, SMK Negeri 1 Palu telah berhasil lulus audit sertifikasi ISO 9001:2009 dari DQS pada Januari 2009,  bersamaan dengan Soft Opening dari School Hotel, yaitu hotel dalam kawasan sekolah yang memiliki fasilitas dan akomodasi setara dengan hotel berbintang tiga. (yudi)

Rabu, 09 Februari 2011

14 Hari, Razia Motor Terus Digelar

Palupost.com  - Sebanyak  225 kendaraan bermotor terjaring Operasi Zebra ke 4,  yang dilakukan oleh Satlantas Polres Palu. Operasi itu berlangsung selama 14 hari, dari 6 Februari hingga 19 Februari 2011.

"Hasil pelaksanaan Operasi Zebra 2011 kali ini, berhasil menjaring 225 pelanggaran," demikian informasi dari Kasatlantas Polres Palu AKP Edwi Kurniyanto Sik, kepada Nuansa Pos Rabu (9/2) kemarin. Menurutnya, dari ratusan pelanggaran yang berhasil ditindak tegas dalam pelaksanaa operasi zebra yang ke 4 dari waktu yang ditetapkan selama 14 hari, kasusnya bervariasi  "Pelanggaran terbanyak dilakukan oleh pengendara roda dua yaitu 87 pengendara yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM), sebanyak 45 pengendara yang tidak membawa STNK, sebanyak 35 pengendara yang menggunakan knalpot bogar, sebanyak 30 pengendara yang tidak memasang kaca spion motor, dan sebanyak 18 pengendara yang melanggar rambu larangan,  " kata Edwi mantan Kasatlantas Polres Tolitoli itu.


Pada operasi zebra kali yang dijadwalkan selama 14 hari ini, Pengendara bermotor di Kota Palu sebaiknya mulai melengkapi kendaraannya serta memenuhi syarat mengemudi bila melintas di jalan raya. Sebab, Satlantas Polres PAlu dibawah kendali AKP Edwi Kurniyanto, mulai menunjukkan “taringnya” dengan merazia kendaraan bermotor dan memberi sanksi tegas bagi pengemudi yang melanggar. Razia kendaraan bermotor mulai dilakukan Satlantas Polres Palu, sejak Sabtu lalu. Selain sistem hunting (bergerak), polisi sabuk putih ini juga rutin menggelar operasi ditempat-tempat tertentu. Hasilnya, ratusan kendaraan bermotor yang tidak lengkap berhasil diamankan.
   
Ratusan kendaraan yang diamankan itu, memiliki berbagai pelanggaran. Ada yang tidak memiliki spion, tidak memakai helm standar, knalpot racing kelengkapan surat pengendara seperti SIM dan STNK serta berbagai pelanggaran lainnya. "Tindakan yang diberikan, ada yang ditilang langsung, ada juga yang hanya diberi pembinaan. Jadi tergantung tingkat pelanggarannya," beber perwira berpangkat tiga balak itu. 
    
Edwi menuturkan, razia rutin ini digelar  untuk menekan jumlah pelanggaran lalu lintas, terutama kelengkapan kendaraan dan kelengakapan pengendara.  Kegiatan ini juga tindak lanjutan dari penerapan UU nomor 22 tahun 2009. “Sasarannya memang kelengkapan kendaran dan kelengkapan pengendaraan. Karena beberapa kecelakaan terjadi diawali karena adanya pelanggaran.  Dan, kami berharap dengan operasi ini, akan berdampak pada menurunnya angka kecelakaan,“ ungkap Edwi, sembari meminta kepada masyarakat agar jangan melanggar serta patuhi tatatertib lalulintas dijalan, saling menghormati dan menghargai dengan petugas dijalan maupun sesame pengguna jalan, agar Kota Palu ini tercipta suasana keamanan arus lalulintas tertib dan lancar. (yud)

Kapolda Tinjau Kesiapan Personil Brimob & Samapta

Palupost.com   Polisi dalam melayani pengunjukrasa diminta dapat menahan emosi dan tidak mudah terpancing dengan upaya-upaya provokasi sehingga polisi yang memulai pemicu kericuhan pengunjukrasa. Hal itu disampaikan Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Drs Dewa Parsana, Rabu (9/2) kemarin dalam arahannya di hadapan personel Brimob dan Samapta Bhayangkara.

Kepolda mengingatkan, personel polisi yang ditugaskan melakukan pengamanan massa pengunjukrasa, memperbanyak lebih lagi latihan penanggulangan pengunjukrasa, sehingga ketika menghadapi pengunjukrasa benar-benar sesuai dengan protap yang berlaku. “Polisi harus lebih sabar menghadapi pengunjukrasa, tidak boleh terpancing emosi, apalagi sampai yang memulai terjadinya aksi anarkis,” terang Kapolda.

Kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri khususnya di Polda Sulteng harus terus dibangun, dengan pendekatan-pendekatan dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Polisi ujar, Jendral bintang satu itu, diharapkan dapat menerima keluhan masyarakat, tidak boleh arogan terhadap masyarakat, kasar atau membentak masyarakat. “Lebih baik ada dua polisi di Polsek tapi dipercaya masyarakat, daripada puluhan atau ratusan polisi tapi tidak dipercaya masyarakat,” katanya.

Kapolda menambahkan, yang membuat masyarakat menjadi tidak percaya kepada polisi adalah akibat perbuatan oknum yang sering melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan anggota Polri, seperti menyakiti masyarakat, melakukan pemerasan, arogan, melakukan pelanggaran lalu lintas. “Dengan banyak latihan dan memahami karakter masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga dimulai dari lingkungan polisi sudah menanamkan prilaku yang membuat masyarakat simpati dan percaya kepada institusi polisi,” pungkasnya. (yud)

Cabuli Anak Dibawah Umur, BI Ditahan

Palupost.com   Seorang pria diduga mencabuli seorang wanita anak di bawah umur sebut saja namanya Anggur (7) di Kelurahan Taipa Kecamatan Palu Utara, Sabtu pekan lalu. Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber menyebutkan, aksi pencabulan itu terjadi Sabtu siang (6/2) saat itu pelaku BI (38) hendak ke pesta perkawinan. Di teras rumahnya korban yang sedang bermain dicabuli tersangka dengan meraba-raba tubuh korban. Beberapa anak-anak yang tidak jauh dari tempat tersebut melihat aksi bejak tersangka mencabuli korban.

Dari keterangan beberapa saksi yang kebetulan melihat kejadian itu, kemudian menyampaikan kepada orangtuanya, yang selanjutnya dilaporkan di Polsek Palu Utara. Tersangka yang saat itu berada di pesta pernikahan langsung dijemput anggota Polsek Palu Utara. “Sudah dibawah polisi lalu,” kata sumber yang mengaku warga Kelurahan Taipa Kecamatan Palu Utara.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Syarifah CH, dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Laporan awalnya di Polsek Palu Utara, dan diserahkan ke unit PPA Polres Palu. “Masih dalam pemeriksaan saksi-saksi. Tersangkanya sudah ditahan tahanan Polres,” kata Syarifah melalui pesan singkatnya.

Senada dengan itu, Kapolsek Palu Utara, AKP Tri Okta, SIK yang dikonfirmasi Nuansa Pos juga membenarkan laporan dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap anak di bawah umur. Menurut, Tri Okta awalnya memang dilaporkan di Polsek Palu Utara, karena tidak ada unit PPA sehingga laporan dan tersangkanya diserahkan ke Polres Palu. “Hari itu juga setelah membuat laporan di Polsek Utara berkas laporannya bersama tersangka sudah diserahkan ke Polres Palu. Soal kronoligisnya saya tidak tahu pasti sebaiknya langsung Tanya ke penyidik unit PPA Polres,” terangnya. (yud)

Bentrok Desa Karawana – Soulovepatua Kembali Pecah

Palupost.com - Bentrokan berdarah antar warga Desa Karawana dan Desa Soulove patua kembali pecah, Kamis sore (3/2) sekitar pukul 15.00 Wita. Sebelumnya, Senin (31/1) sekitar pukul 06.00 Wita, warga Desa Karawana juga terlibat bentrok dengan warga Desa Potoya sehingga tiga buah rumah di persahawan terbakar.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Nuansa Pos dilokasi bentrok, bermula dari ratusan warga Desa Soulove patua yang berkumpul di perbatasan desa untuk memantau situasi bentrok antarwarga Desa Karawana dengan warga Desa Potoya, masih tetangga desa yang terjadi Kamis pagi. Warga Desa Karawana mengira warga Desa Soulovepatua akan menyerang desa mereka. Pada saat yang sama berembus isu bahwa warga Desa Soulovepatua ikut membantu warga Desa Potoya saat terjadi bentrok.

Warga Desa Karawana kemudian diduga menyerang ke arah Desa Soulovepatua serta membakar sebuah rumah milik seorang guru bernama Darfin (48), merusak rumah milik Hermansyah (anggota Polres Donggala) dan rumah milik Laboje. Beruntung rumah Laboje hanya bagian dapur yang terbakar. Selain itu, sejumlah gubuk di persawahan Desa Soulove patua juga dibakar massa. Bentrokan pun tak terhindarkan yang melibatkan ratusan warga dua desa dengan menggunakan batu, senjata tajam jenis parang, tombak, dan senjata api dum-dum, serta senapan angin dan sumpit.

Akibat bentrokan itu, tujuh warga Soulovepatua mengalami luka cukup serius setelah terkena busur, senapan angin dan dum-dum. Mereka yang terluka itu diketahui bernama Rifki, Dedy, Muliawan, Ime, Mitan, Arwan, dan Sahar. Dari pihak Desa Karawana terdapat dua korban luka tapi belum teridentifikasi. Guna mengantisipasi bentrokan itu, ratusan personil kepolisian dari Polsek Kecamatan Dolo, Polres Donggala, dan BKO Ditsamapta Polda dan pasukan Brimob Mamboro, terpaksa berulang kali melepaskan tembakan ke udara. Polisi berupaya meredam situasi dan membubarkan konsentrasi massa. Namun hingga pukul 18.00 Wita, ratusan massa dari dua desa masih terlibat kerja-kejaran dengan polisi di persawahan milik warga.

Kapolres Donggala, AKBP I Nengah Subagia, bersama Bupati Sigi Aswadin Randalembah dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sigi Gesang Yuswono tampak turun ke lapangan mengajak warga dari dua desa agar menahan diri dan tidak bertindak sendiri. "Saya dari kepolisian meminta kepada warga Karawana dan Soulovepatua untuk segera mundur dan kembali ke rumah masing-masing. Saya akan bertindak tegas jika masih ada yang melakukan tindakan melanggar hukum," teriak I Nengah Subagia dari mobil pengeras suara milik Sabhara Polda Sulteng.

Sementara itu, Bupati Aswadin mengaku tidak tahu apa permasalahan hingga memicu bentrokan antarwarga di Kecamatan Dolo itu. Namun dia mengatakan apapun penyebab masalah yang muncul, pihaknya bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FPKD) Sigi tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan perdamaian dan keamanan di wilayahnya. "Saya bersama dengan unsur FKPD akan terus berupaya mendamaikan masyarakat yang bertikai. Untuk itu saya imbau kepada seluruh warga di Sigi tanpa terkecuali untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah desa masing-masing," ujarnya.

Aswadin juga menambahkan, untuk menyelesaikan konflik itu, pihaknya akan segera menggelar pertemuan seluruh perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan adat se-Kecamatan Dolo dalam rangka terciptanya kedamaian di tanah Sigi. Hingga kini ratusan aparat bersenjata lengkap masih bersiaga penuh di perbatasan dua desa untuk mencegah bentrok susulan. (yud) 

Polisi Sisir Lokasi Bentrok

Palupost.com – Aparat Gabungan dari Sabhara Polres Donggala dan Polsek Dolo, Jumat (4/2) kemarin  menyita puluhan senjata rakitan berbagai jenis di lokasi bentrok di antara Desa Soulove dan Karawana di daerah Persawahan.

"Operasi penyisiran itu dilakukan di rumah-rumah dan semak-semak yang berada Desa Soulove dan Karawana," kata Kapolsek Dolo Iptu Budi Hermawan. "Senjata rakitan yang disita itu berupa senapan angin, golok, panah, ketapel, parang, tombak, celurit, dan dum-dum," katanya, yang ditemui Nuansa Pos dilokasi bentrok sembari menunjukan kedalam mobil patroli yang mengangkut barang bukti (BB) yang ditemukan itu untuk di bawa ke Polsek.

Dum-dum adalah meriam rakitan terbuat dari pipa besi berisikan mesiu dari bubuk korek api dengan peluru yang terbuat dari pecahan paku dan kaca. Dum-dum dapat melontarkan peluru dengan jarak sekitar 100 meter. Budi Hermawan mengaku belum mengatahui berapa jumlah yang ditemukan pada hari itu. "Kami akan menghitung jumlahnya setiba di Mapolsek Dolo," katanya. Penyisiran itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Dolo Iptu Budi Hermawan yang dilakukan selama dua jam sejak pukul 10.00 Wita. Senjata yang disita itu kemudian diangkut menggunakan mobil polisi dan dibawa ke Mapolsek Dolo yang berjarak sekitar 1 kilometer dari kedua desa itu yang bentrok itu.

Hingga saat ini lokasi kedua Desa yang terlibat bentrok itu, berangsur kondusif meski pada Jumat dini hari sempat terjadi bentrok susulan yang bisa segera diredam oleh aparat. Bentrok yang terjadi pada Kamis sore, setidaknya melukai tujuh orang karena terkena tembakan senapan angin dan lemparan batu. (yud)

Pasca Bentrok, Tujuh Warga Terluka

Palupost.com – Sebanyak empat orang mengalami luka akibat tembakan senapan angin saat bentrokan antarwarga di perbatasan Desa Karawana dan Desa Soulowe patua, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, yang pecah Kamis (3/2) sore. Para korban tidak dibawa ke rumah sakit karena warga setempat beranggapan bahwa luka yang diderita tidak parah.

Keempat korban itu menderita luka pada paha dan wajah. Identitas mereka belum diketahui karena bentrokan masih berlangsung di tengah persawahan yang berada di antara dua desa bertetangga.  Bentrokan itu melibatkan ratusan warga. Mereka menggunakan senapan angin, bom rakitan, dan benda keras. Bom rakitan yang dipakai terbuat dari serbuk korek api yang diisi dengan paku dan pecahan kaca. Tidak ada korban jiwa yang jatuh akibat ledakan bom rakitan atau dum-dum saat bentrokan terjadi.

Puluhan petugas polisi yang sebelumnya berjaga-jaga di lokasi bentrokan tak mampu menghentikan bentrokan antarwarga. Polisi mundur untuk menghindari ledakan bom rakitan dan peluru senapan angin. Begitu polisi mundur, aksi warga makin tak terkendali. Mereka saling tembak dengan dum-dum dan lempar batu di lokasi bentrokan yang berada di persawahan.

Sebuah pondok yang berada di persawahan ludes terbakar. Dalam bentrokan di persawahan itu, seorang warga mengalami luka terkena dum-dum dan sudah dievakuasi dari lokasi itu.  Polres Donggala telah mengerahkan dua peleton pasukan Samapta Bhayangkara (Sabara) untuk menghentikan bentrokan itu. Namun hingga kemarin sore, bentrokan belum berhenti.

Bentrokan antarwarga di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, itu telah terjadi lima kali selama sebulan terakhir. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sigi telah turun tangan mencari solusi mendamaikan warga yang berseteru. Namun, bentrokan masih terus terjadi. Kabupaten Sigi baru dimekarkan dari kabupaten induk, yakni Kabupaten Donggala padaTahun  2008 lalu. (yud)

Senin, 06 Desember 2010

Diduga Soal Basket, Dua Sekolah Terlibat Tawuran




PALU – Jalan Gatot Soebroto tepatnya di depan SMA 1 dan SMP 4 Palu, Senin siang (6/12) sekelompok pelajar yang disebut-sebut dari pelajar SMK 2 dan SMK 3 menyerang dengan melempar batu kearah siswa SMA 1 yang saat itu baru saja keluar dari sekolah. Akibatnya, terjadi aksi saling lempar batu antara ke dua kelompok.

Untungnya tidak ada korban luka-luka akibat saling lempar batu. Aparat kepolisian dari Polres Palu langsung membubarkan aksi saling lempar dan berhasil menangkap 5 orang yang diduga sebagai pelaku pelemparan. “Tadi dari arah lampu merah, banyak sekali orang pakai pakaian SMA melempar ke arah SMA 1. Dari situ sudah mulai baku lempar, tidak lama polisi datang dan yang menyerang lari semua,” kata Made, salah seorang pelajar di SMA 1.

Menurut Made, dari beberapa cerita temannya, permasalahan itu dipicu dari pertandingan Basket yang digelar antar pelajar SMA yang digelar di Taman Gor, akhir pekan lalu. Saat pertandingan terjadi kesalah pahaman antara pemain SMA 1 dengan pemain SMK 2. Berawal dari kejadian itu, Minggu malam Masjid SMA 1 dilempari batu beberapa kali oleh orang tak dikenal. Senin siang (kemarin, red) terjadi lagi penyerangan dengan melempar batu ke arah siswa SMA 1 yang baru saja pulang dari sekolah. “Yang saya dengar-dengar gara-gara masalah berkelahi dipertandingan basket,” katanya.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Zulfikar yang ditemui di depan SMA 1, mengatakan dari keterangan beberapa siswa SMA 1 permasalahannya berawal dari keributan yang terjadi saat pertandingan Basket antar pelajar di taman Gor. “Memang waktu pertandingan katanya ada keributan kecil. Dari situ kemudian ada pelemparan sekolah dan juga terkena masjid SMA 1 Minggu malam. Tadi siang ada penyerangan dari puluhan siswa menggunakan batu ke arah siswa yang baru keluar sekolah. Ini masih simpangsiur informasinya jadi masih perlu cari tahu siswa dari mana yang melempar itu, untuk polisi memberikan sanksi,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan Nuansa Pos, anggota polisi dari Samapta Polres Palu dan Reskrim Polres Palu langsung melakukan penyisiran di Jalan Yojokodi dan berhasil mengamankan seorang pelajar yang mengaku pelajar dari SMK 2 saat akan dimintai keterangan polisi langsung melarikan diri. Pelajar itu langsung dibawa ke mobil truk Samapta untuk diamankan di Polres Palu. 

Sementara di sebuah penjahit pakaian di Jalan Setia Budi dekat simpang empat Jalan Setia Budi dan Oto Iskandardinata saat beberapa pelajar SMK 2 berkumpul tiba-tiba beberapa pengendara sepeda motor yang menggunakan jelana SMA menggunakan jaket langsung melempar ke arah pelajar SMK 2 yang duduk berkumpul di depan penjahit pakaian. Akibatnya, kaca di usaha jahit pakaian pecah terkena lemparan batu beberapa pengendara motor yang langsung kabur ke arah Selatan. (yud)

Terkait Tender 15,5 Milyar\\\\\\ Kadis PU Provinsi, Bakal Diperiksa…

PALU – Kepala Satuan (Kasat) II Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sulteng, dalam waktu dekat ini, akan memanggil dan memeriksa Kepala Dinas (Kadis) PU Provinsi Ir Noermaloh, terkait dengan proyek jalan lingkar (PJL) di Kabupaten Parimout senilai Rp 15,5 Milyar, yang didanai dari anggaran percepatan pembangunan yang disinyalir tidak ditender.

Pernyataan tersebut, disampaikan Kasat II Polda Sulteng Kompol Winarto, Melalui juru bicara Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir, yang dikonfirmasi Nuansa Pos Senin (6/12) lalu 

mengatakan, untuk kasus proyek jalan lingkar Parigi, pihaknya sementara melakukan pengembangan dengan kasus tersebut, dan dalam waktu dekat ini Krimsus Polda bakal memanggil seorang Kadis PU Provinsi, untuk dilakukan pemeriksaan. “Sementara ini kami masih mendalami kasusnya, dan dalam waktu dekat, kami akan memanggil Kadis Pu untuk diperiksa terkait dengan kasus ini,” bebernya.

PJL tahap II Parigi yang didanai Kementerian Kordinator Kesejetaraan Rakyat (Kokesra) sebesar Rp20 miliar Proyek sepanjang 7,7 kilometer yang menghubungkan Kelurahan Masigi Kecamatan Parigi dan Desa Boyantongo Kecamatan Parigi Selatan ini merupakan pengalihan dari Proyek Jalan Poboya - Parigi yang batal dilaksanakan karena tidak mendapat persetujuan Menteri Kehutanan. Sumber dana berasal dari APBN dengan nama program Inpres Percepatan Pembangunan Sulteng senilai total Rp50 Miliar. Separo dari dana percepatan itu telah digunakan untuk Proyek Jalan Jalur II di STQ Palu.

Kasus ini mulai terkuak ke permukaan, setelah dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek ini tidak ada serta dikerjakan tanpa melalui proses tender. Akibatnya sejumlah pihak dari Dinas yang terkait, dipanggil ke Komisi III DPRD Provinsi untuk dilakukan rapat dengar pendapat (hearing) pada senin pekan lalu. Pada pertemuan Hearing kali itu, Dinas terkait dalam hal ini PU Provinsi yang diwakili Ir Petalolo, tidak mampu menunjukan sejumlah Dokumen Amdal yang dilampirkan dalam PJL proses tender. (yud)

Sabtu, 27 November 2010

Lagi, Spesialis Pembobol Toko Beraksi…

Shunu Komputer Jadi Korban, Selanjutnya Toko Mana Lagin ya..?
Palupost.com - Toko Shunu Komputer yang terletak di Jalan Gunung Loli Kecamatan Palu Selatan, Jumat (26/11) malam lalu, dibobol kawanan maling bertangan dingin. Akibatnya, 24 unit Laptop, raib dengan kerugian yang ditaksir mencapai Raatusan Juta rupiah.


Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 21.30, terbilang cepat dan mahir. Pasalnya, pelaku hanya membongkar ruangan yang menyimpan barang-barang jualan seperti Laptop dan aksesoris computer. “Sepertinya malingnya sudah tau ruangan mana tempat penyimpanan barang. Soalnya yang diobrak-abrik adalah lemari tempat penyimpana laptop,” ujar Arif, pemilik toko Shunu Komputer.

Saksi korban (Arif) menceritakan, toko dan gudang barang miliknya yang bersebelahan, menjadikan si pencuri leluasa masuk. “Yang di masuki itu rumah di samping toko. Di rumah ini, barang-barang jualan saya simpan. Waktu kejadian, kami berada di toko sebelah. Jadi tidak ada kecurigaan sama sekali melihat kondisi rumah yang terbuka, karena memang disitu masih ada yang tinggal,” terangnya.

Korban semakin yakin bahwa pelakunya mengetahui seluk-beluk rumah. Pasalnya, CCTV yang pasang di rumah itu dinonaktifkan oleh si pencuri agar aksinya tidak terekam. “Yang duluan dimatikan CCTV, kami saja heran. Kayaknya dia tahu bahwa disini ada CCTV,” kata Arif lagi.

Satuan Reskrim Polres Palu yang dipimpin langsung oleh AKP Darno, langsung terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesaat setelah kejadian berlangsung guna melakukan olah TKP.”Saat ini kami masih melakukan penyelidikan di TKP, dan mengumpulkan sejumlah keterangan dari korban selaku pemilik toko, dan warga disekitar toko.” Ujar Kasat Reskrim Polres Palu AKP Darno. Yudi

Pengusaha computer Berang, Maling Laptop Kembali Beraksi.

 Pembobol Toko, Rugikan Pengusaha Mencapai 1 Milyar..
Palupost.com - Sejumlah Pengusaha pemilik toko  Komputer di Kota Palu mulai berang, dengan beraksinya kawanan maling spesialis pembobo toko computer, yang menyebabkan kerugian hingga Miliaran Rupiah. 

Dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan, Sabtu (27/11) kemarin, Humas Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkom Indo) Sulteng, Ivan, kepada wartawan, saat rapat bersama anggota Apkom Indo, selang 2 bulan saja, sejak bulan Oktober 2010 hingga akhir November, sudah sekitar 400 unit lebih barang elektronik seperti Laptop digasak maling dari dalam toko.


Aksi pencurian yang diduga dilakukan kelompok pencuri bertangan dingin dan teroganisir ini beraksi di Kota Palu dengan cara leluasanya. “Luar biasa aksi nekat  pencuri itu beraksi di Palu. Hanya berselang 1 minggu saja, pencuri itu, kembali beraksi membobol toka milik rekan kami di Shunu computer, dan  berhasil membawa kabur puluhan unit laptop. Bayangkan saja sampai saat ini sudah 8 toko penjualan computer dibobol sama pelaku. Siapa juga yang tidak resah kalau sudah begitu,” ungkap Ivan. 

Yang juga sangat mengkhawatirkan kata Ivan, para pengusaha pemilik toko penjualan komputer, para pelaku beraksi hanya dalam rentan waktu beberapa hari saja setelah melakukan aksi pencurian di Toko lainnya. Hal itu membuktikan, bahwa para pelaku itu cukup professional dalam menjalankan aksinya, dan merupakan spesialis.


Dalam kurun waktu 2 bulan, ratusan Laptop dan barang elektronik  lainnya raib digasak para pelaku, dengan kerugian ditaksir mencapai 1 Milyar rupiah. “Biasanya pencuri-pencuri itu berani beraksi dalam waktu beberapa hari setelah membobol toko yang lain. Tapi ini, mereka kembali beraksi, bagaimana kami bias kerja, kalau keamannya tidak terjamin.  Kami hanya berharap pihak Kepolisian bisa cepat mengungkap dan menangkap para pelaku. Kalau belum ditangkap jelas kami Khawatir dan tidak tenang bekerja,” tegas Ivan.

Ivan menambahkan, sampai saat ini pihak Kepolisian belum berhasil mengungkap para pelaku yang sudah meresahkan kami sebagai pengusaha. Dan berharap agar pihak Kepolisian dalam waktu dekat ini sudah bias mengungkap para pelaku itu. “Kesimpulan kami, buat instansi terkait dari pihak Polisi dan Pemda agar memperhatikan kami sebagai pengusaha, bagaimana kami bisa berinvestasi disini kalau keamanannya belum terjamin. Sementara ini kami lagi godok ini, dan dalam waktu dekat kami akan action jika ada terjadi lagi korban berikutnya.” Tegasnya. Yudi

Lapak Tradisional Masomba Ludes Terbakar

Palupost.com - Sebuah lapak di kompleks Pasar Tradisional Masomba, Kelurahan Tatura Utara Kecamatan Palu Selatan, Sabtu dinihari ludes terbakar. Beruntung, tiga unit armada pemadam kebakaran yang diturunkan ke lokasi kebakaran tersebut berhasil memadamkan api sehingga tidak menjalar.
Saksi mata di TKP, Mantang (40) menyebutkan, sumber api belum diketahui secara pasti. Yang jelas api terlihat pertama muncul di lapak milik pedagang bernama Wannecca, warga Jalan Lambangan Palu Barat. Lapak berisi barang dagangan berupa alat pertanian ludes terbakar. Ada juga buku-buku belajar mengaji ikut terbakar. ''Tadi saya sedang ronda, dan melihat ada api dan langsung mengubungi pemadam kebakaran,'' kata saksi.
Polisi yang datang ke TKP berusaha mensterilkan lokasi kebakaran dan memasang garis polisi.  Kapolsek Palu Selatan IPTU Asjik dan Kasat Reskrim Polres Palu AKP Darno bersama beberapa anggota reskrim tampak berjaga-jaga di TKP. Namun ada beberapa parang yang sempat diambil warga. Meski berusaha dicegah, ternyata sudah ada dibawa keluar. ''Saya minta warga tidak mengutak-atik lokasi kebakaran. Besok kami akan menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran ini,'' kata IPTU Asjik kepada sejumlah warga.
Peristiwa ini sempat membuat panik para pedagang maupun warga yang bermukim di sekitar Pasar Masomba. Ratusan warga keluar dari rumah. Mereka khawatir kalau apinya akan menjalar. Kerugian akibat kebakaran ini belum bisa ditaksir. Yudi

Jumat, 26 November 2010

Diduga Putus Cinta, Seorang Pemuda Gantung Diri


Palupost.com - Diduga karena putus cinta, seorang pemuda yang berprofesi sebagai buruh bangunan nekad gantung diri hingga tewas.

Korban Seni (22) asal Kabupaten Luwuk, ditemukan tergantung dengan leher terlilit kabel bekas di pintu kamar rumah kosong  di Jalan Tanjung Manimbaya, Jumat (26/11) sekira pukul 14.30 WIB.

Informasi dihimpun media ini di lokasi kejadian menyebutkan peristiwa ini mulanya diketahui oleh beberapa orang anak, yang saat itu hendak bermain disekitar rumah yang tak jauh dari pemukiman warga setempat, serta dilokasi rumah itu  kondisi Pintu dan dinding dibagian samping, dalam keadaan terbuka.

Lantas, dia pun masuk dan menemukan korban tergantung dengan kondisi lidah menjulur ke luar. “Dia kemudian keluar dan berteriak ada orang mati tergantung didalam rumah,” kata seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya.

Sejumlah warga yang saat itu berada dalam rumah masing-masing, langsung datang kelokasi untuk mencari tahu kebenaran dari laporan sejumlah anak yang pertama kali menemukan jenazah korban, dan mencoba untuk masuk. Usai dipastikan korban tergantung, warga melaporkan ke Polisi. Jenazah korban langsung dilakukan olah TKP oleh sejumlah petugas Kepolisian dengan memasang Police Line disekitar lokasi penemuan jenazah, dan kemudian dievakuasi ke RSU Bhayangkara Polda Sulteng untuk divisum.

Sejumlah tetangga korban mengaku heran dengan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh Seni, yang sehari-hari dikenal ramah dan tak bermasalah dengan warga. Belum diketahui motif dibalik meninggalnya Seni. Tetangga korban menduga aksi nekad itu dipicu karena korban bermasalah dengan Pacarnya yang belum diketahui pasti identitasnya. “korban pernah mengeluh kepada saya, kalau dia lagi ada masalah dengan pacarnya.” kata seorang tetangga korban yang menolak menyebutkan namanya.

Sumber di Kepolisian menyebutkan korban diperkirakan telah tewas setengah jam sebelum ditemukan. Kondisi korban saat ditemukan tergantung didalam rumah kosong dengan menggunakan seutas kabel bekas berwarna hitam yang digunakan korban untuk bunuh diri. “Dari olah TKP, tidak temukan barang-barang ganjil di sekitar lokasi temuan, seperti surat.ditubuh korban ditemukan dengan ciri-ciri lidah menjulur keluar dengan mengeluarkan air liur, dan dikelamin korban mengeluarkan sperma.” kata sumber Kepolisian. Yudi




Tujuh Drum BB Sianida Di Uka-uka


Palupost.com - Tujuh drum barang bukti (BB) sianida yang diamankan Polda Sulteng diduga hilang. Pasalnya, daftar titipan BB sianida di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan)  di Kelurahan Taipa hanya berjumlah 73 drum, sementara tangkapan Polda Sulteng rilis media dari Bulan April  hingga September 2010, sebanyak 80 drum.
Kepala Rupbasan Taipa, Syarifuddin SH, yang dikonfirmasi, membenarkan jika pihaknya, hanya menerima 73 drum sianida yang dititipkan Polda Sulteng sebagai BB. 
“bahan kimia yang digunakan untuk memisahkan emas (Mercury) 7 kis dan 13 botol aqua, mercury yang dimasukkan ke dalam botol air kemasan, dan sianida 73 drum,” Jelas  Syarifuddin melalui pesan singkatnya (SMS).
Untuk memastikan pesan singkat Kepala Rupbasan tersebut, sejumlah wartawan kemudian menghubunginya melalui telpon. Dalam percakapan di telpon, Syarifuddin menegaskan data yang ditulis dalam pesan singkatnya itu. “benar, cuma 73 drum, ada berita acara penyerahannya sama kami,” kata Syarifuddin dibalik telpon, sembari menyebut jika wartawan ingin melihat berita acara penyerahan BB sianida itu, bisa datang ke kantornya besok (Sabtu (27/11), karena pihaknya masih menghadiri acara di Kanwil Depkumham Sulteng.
Diotempat terpisah Kasat II Ditnarkoba Polda Sulteng, AKBP Marpaung yang dicegat sejumlah wartawan sebelum Sholat Jum’at di Polda Sulteng mengatakan, pihaknya akan menginventarisir seluruh penyerahan BB tersebut. “Semuanya 80 drum sudah kami titip di Rupbasan. Nanti saya inventarisir lagi data penyerahan BB,” Katanya.
Usai sholat Jum’at, Kapolda Sulteng Brigjen Pol M Amin Saleh, yang didamping juru bicara Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir, langsung memerintahkan kepada anggotanya untuk mengecek kebenaran informasi ini. Bila anggota Dit Narkoba melakukan pelanggaran dengan menyembunyikan atau menghilangkan BB tersebut, pihaknya akan mengambil tindakan tegas. “Tolong cek itu, dimana kesalahannya. Kalau anggota saya yang menghilangkan barang bukti itu, maka saya akan tindak tegas. Nanti kamu liat. Percaya saja dengan saya,” Tegas orang nomor satu di Polda.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng, Kompol Kahar Muzakkir melalui pesan singkatnya kepada wartawan yang menyebut bahwa sianida yang hilang itu di Rupbasan, karena Polri sudah menyerahkan secara fisik 80 drum.
“Sianida yang hilang itu di RUMBASAN Krn Polri sdh myerahkn scr fisik 80 drum. Dgn tanda trima dgn RUMBASAN,” tulis Kahar melalui pesan singkatnya.
Jika kejadiannya seperti ini, belum diketahui secara pasti dimana hilangnya tujuh drum sianida. Menurut hasil catatan sejumlah media, Polda Sulteng telah mengamankan 80 drum sianida illegal sejak April hingga September 2010. Pada bulan April 2010, Polda mengamankan 46 drum sianida illegal dari tangan tersangka Andi P. Tak lama berselang, Polda Sulteng kembali mengamankan satu drum sianida dari tangan tersangka  Iwan, warga Jalan Anoa, Palu Selatan. Pada Bulan September, Polda kembali mengamankan 33 drum sianida illegal di Jalan Veteran, Palu Selatan dari tangan pria berinisial T. Dengan demikian, total tangkapan Polda terkait sianida illegal, sudah mencapai 80 drum Sianida yang dijadikan BB.
Terkait sikap reflex sejumlah tokoh pemuda yang akan melaporkan maraknya peredaran bahan bom jenis sianida di Sulteng ke Kapolri, Kapolda Sulteng Brigjen  Pol M Amin Saleh mempersilahkan. “Silahkan saja, itu hak mereka. Yang jelas, Polda Sulteng masih mencari penerapan Pasal yang tepat kepada pemilik sianida illegal. Bila bisa mengacu pada UU Lingkungan Hidup, saya akan tangkap mereka semua untuk ditindak tegas.” Tegas perwira berpangkat bintang satu.
Dia menambahkan, selama ini, Polda memang masih menerapkan sanksi Perda kepada pemilik sianida illegal itu, karena Pasal yang tepat hanya Perda itu. Namun pihaknya mengaku masih mengkaji apakah pemilik Sianida illegal ini bisa dikenakan sanksi sesuai UU Lingkungan Hidup.
Soal keterlambatan Polda Sulteng melimpahkan kasus sianida illegal ini kepada Penyidik PNS (PPNS) Dinas Perindagkop Kota Palu, Kabid Humas Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir mengatakan, awalnya penyidik Polda Sulteng melimpahkan berkas kasus ini kepada pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, namun Kejati menolaknya, karena sanksi yang dikenakan kepada pemilik sianida illegal hanya Perda Nomor 5 tahun 2005 tentang izin usaha perdagangan. “Makanya lambat, karena kita limpahkan dulu ke kejaksaan. Namun mereka tolak, karena sanksinya hanya Perda. Setelah ditolak jaksa, kami limpahkan kasus ini ke PPNS Perindagkop,” sebut Kahar. Yudi

Polda Terima Hasil Visum Jenazah Khasmir


Palupost.com - Setelah beberapa lamanya menunggu, Akhirnya Polda Sulteng telah menerima hasil autopsi ulang jenaza Almarhum Kasmir Timumun dari ahli forensik Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar. 

"Kita sudah menerima hasil autopsi ulang almarhum Kasmir Timumun Rabu (24/11) lalu. Dan saya sudah perintahkan Direskrim untuk melengkapi berkas sesuai dengan permintaan pihak Kejati." kata Kapolda Sulteng Brigjen Pol M Amin Saleh, yang didampingi Kabid Humas Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir, ditemui usai sholat Jum’at (26/11) kemarin.

Namun demikian Kapolda mengaku, saat ini Polda belum bisa membeberkan hasil autopsi, baik kepada masyarakat maupun media. Kata dia hasil autopsi baru dapat dibeberkan jika digunakan dalam kepentingan persidangan nantinya.  "Belum saatnya, kita belum dapat memberikan secara rinci hasil autopsi jenazah almarhum Kasmir Timumun, kecuali jika di gunakan dalam kepentingan persidangan." kata Amin. 

Rencananya Polda akan mengajukan penggunaan hasil autopsi tersebut kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, dalam proses hukum dua tersangka kasus kerusuhan Buol, yakni mantan Kasatlantas Polres Buol Iptu Jefri Pantaw dan mantan Basatlantas Polres Buol Bripka Sukirman. 

Sebelumnya proses autopsi ulang dilakukan oleh ahli forensik Unhas atas permintaan keluarga almarhum Kasmir Timumun dan keluarga korban kerusuhan Buol lainnya yang dimediasi oleh Polda Sulteng, karena tidak puas atas hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter di wilayah tersebut. 

 Sehingga membuat sejumlah Keluarga korban mendesak Polda untuk melakukan otopsi kembali terhadap jenazah almarhum Kasmir, karena keluarga menduga otopsi sebelumnya memuat kepentingan polisi. Pada hasil autopsi sebelumnya, almarhum Kasmir Timumun dinyatakan tewas gantung diri di sel tahanan Polsek Biau, Polres Buol yang berbuntut pada kerusuhan Buol yang menewaskan tujuh warga sipil dan melukai puluhan lainnya. Yudi

Ratusan Ranmor Pelajar Terjaring Razia


Palupost.com - kendaraan tak akan pernah berhenti. Hal itu dilakukan Satlantas Polres Palu untuk membudayakan tertib dan disiplin berlalu lintas.  Setelah kali ini, razia terus digenjot. Selama menjelang akhir Tahun dan seterusnya, Akibatnya, Ratusan Kenderaan Roda Dua  (Ranmor) milik sejumlah pelajar ikut terjaring razia, yang digelar selama lima hari hingga saat ini.

Kegiatan yang digelar sejak pukul 06.30 Wita itu, berhasil menjaring ratusan pengendara yang belum memiliki SIM dan mengikuti tata tertib yang telah disosialisasikan sejak sebelumnya.

Kasatlantas Polres Palu AKP Edwwi Kurniayanto, yang dikonfirmasi diruangannya Jum’at  (26/11) kemarin mengatakan, operasi razia ini sebagai bentuk penertiban yang terus dilakukan demi menumbuhkan rasa tanggung jawab pengendara terhadap kelengkapan surat dan safety riding dalam berkendara. “Ini semua demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat, apalagi menjelang pergantian Tahun, biasanya pelajar dan masyarakat lupa akan tanggung jawabnya terhadap kelengkapan berkendara,” Kata Edwwi.

Ditambahkan, pihaknya menurunkan sebagian personel untuk operasi rutin ini. Menurut Edwwi, ini adalah upaya dalam mengurangi tingkat Lakalantas, yang kerap terjadi di wilayah Hukum Polres Palu yang mayoritas dilakukan para pelajar dengan emosi yang masih labil. “Sebaiknya sekolah dapat memberikan pengertian dan perhatian pada siswa akan pentingnya standar keselamatan siswa mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sebenarnya kami sayang kepada anak-anak ini, dan ini adalah upaya kami untuk mengurangi tingkat Lakalantas yang terjadi, mengingat emosi mereka yang masih labil,” Beber mantan Kasatlantas Polres Tolitoli itu.

Bukan hanya pelajar, banyak pula pengendara motor dewasa ini yang terjaring razia. Rata-rata mereka tak mengenakan helm yang aman dalam berkendara dan lupa membawa surat-surat kendaraan serta menggunakan ban, knalpot bogar.” Semuanya kami akan tindak tegas, dengan melakukan tilang ditempat dan menyuruh ganti ditempat  knalpot sebelum diambil sama pemiliknya, serta diberikan pengarahan untuk tidak mengulangi lagi.” Terang Edwwi. Yudi

Kamis, 25 November 2010

Polres Tolitoli, Grebek Produsen Cap Tikus

Palupost.com - Kepolisian Resort (Polres) Tolitoli,  berhasil menggerebek sejumlah titik lokasi tempat produksi minuman keras (miras) tradisional jenis Cap Tikus di Dua Desa, Kecamatan Ogodede Kabupaten Tolitoli saat razia penyakit masyarakat digelar di wilayah itu. 

Kapolres Tolitoli AKBP Achmad Ramdhan, yang dikonfirmasi Kamis (25/11) malam  mengatakan, penggerebekan itu dilakukan berdasarkan laporan sejumlah masyarakat soal beroperasinya penyulingan miras Cap Tikus milik beberapa warga di Dua Desa,  Kecamatan Ogodede, sejak beberapa bulan ini. Dari informasi itu, sejumlah anggota Polres Tolitoli yang dipimpin  Langsung Kapolsek bersama Sembilan anggotanya lalu menggerebek lokasi penyulingan miras tersebut. 

Lokasi penyulingan yang hanya berjarak puluhan meter dari Jalan Raya, tidak  membuat petugas dari Polres Tolitoli tidak mengalami kesulitan untuk menggerebek dan meringkus pelaku yang saat itu lagi asyik menunggu hasil penyulingan miras miliknya. "Penggerebekan itu berhasil kami lakukan karena setelah sebelumnya diintai puluhan anggota, Personil berjumlah Sembilan orang dipimpin langsung oleh Kapolsek, mulai dari Pukul; 10.00 Wita sampai dengan pukul 17.00Wita." kata dia. 

Dalam penggerebekan itu, pelaku Alfrest S (52) warga Desa Mutaspara Muara Besar, tidak bisa mengelak. Rumah tempat penyulingan serta beberapa liter saguer, cap tikus dan peralatan yang dipakai untuk menjalankan usaha ilegal tersebut dirusak dan disita untuk dijadikan Barang-bukti (BB) agar tempat itu tidak lagi dipakai untuk usaha yang sama. 

Selain menghancurkan tempat produksi miras, polisi setempat juga mengamankan barang bukti berupa ratusan liter miras yang disimpan di dalam jerigen besar, dan  jeriken kecil siap untuk dijual, serta bahan baku yang dipakai untuk memasak minuman haram tersebut. Enam orang warga yang terbukti memiliki tempat penyulingan Miras tersebut, diantaranya, Alfrest S (52), Saprin Badar (37), Budi Marta (39), Kade Budiada (36), I Made Sugiana (46), dan Putu Darmayasa (21), juga ditahan ke Mapolres Tolitoli untuk dimintai keterangan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

Ramadhan mengatakan, penggerebekan dan penangkapan pelaku itu sudah menjadi target setelah menerima laporan dari warga bahwa perbuatan tersebut sudah berlangsung lama. masih banyak tempat-tempat yang akan digerebek. "Sebenarnya masih banyak tempat yang akan kami razia. Semua tersangka adalah terbukti memiliki penyulingan  minuman haram itu. Kami sudah bongkar semua, BB yang berhasil kami sita, Cap Tikus sebanyak 29 liter diamankan, saguer sebanyak 750 liter kami tumpah dan disaksikan oleh aparat Desa dan tokoh masyarakat." Kata orang nomor satu di Polres Tolitoli. 

Pihaknya juga gencar merazia sejumlah penginapan, hotel, dan rumah kos yang ada di wilayah Polres Tolitoli. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi serta memberikan jaminan rasa aman bagi para warganya, khususnya menjelang akhir Tahun dan perayaan Natal. Yudi